Selasa, 19 Juni 2012

DI SAAT KU MENINGGALKAN DUNIA INI


Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan...
 
Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apatah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat,
rekan bisnis, atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini,
menunggu perhitungan ...

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma'af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri...

Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang,
setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja...

Aku harus berkeliling, memohon ma'af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.



Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering kuumbar  dulu

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta ,
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka ,
maafkan aku ayah dan ibu ,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,
bersama mereka ...

begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia sia an
kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya
sama sekali mengapa ku sia sia saja ,
waktu hidup yg hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu ...

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma'afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan ...

Minggu, 17 Juni 2012

PERJUANGAN YANG MELELAHKAN AKHIRNYA PUPUS DI ATAS GUNUNG (PART 1)



Hari ini adalah hari jum’at tepatnya tanggal 7 juni 2012 saya dan rombongan “ISLAMIC CAMP” bersiap-siap menuju daerah soppeng-barru untuk mendaki gunung yang penduduk di sana menyebutnya “BULU DUA” tapi sebelum itu kami bersama-sama peserta Islamic camp lainnya berkumpul di gunung sari center kampus UNM (Universitas Negeri Makassar) di sana kami dikumpulkan bersama dengan ikhwa-ikhwa (* baca = laki-laki) lainnya. Di sana ternyata saya merasa tersanjung karena ternyata bukan hanya ikhwa dari seluruh LDF UNM yang hadir ternyata ada juga ikhwa dari LDF UNISMUH (LPKSM), UNHAS (MPM) dan STIBA (MAHAD’ ALY) dan yang paling membuat saya terkejut ternyata ada juga LDF dari pare-pare dan palu pun tak mau ketinggalan dong dari kegiatan Islamic camp ini.
Pukul 17.30 wita kami berangkat dengan menggunakan bis menuju daerah yang telah ditetapkan untuk melaksanakan Islamic camp ini yaitu di perbatasan barru-soppeng yaitu di “bulu dua” perjalanan ke sana membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan. Di perjalanan kami mobil kena macet mulai dari A.P Pettarani sampai Perintis kemerdekaan. Inilah wajah Makassar saat sore macet, macet, dan macet terus. Perjalanan tetap dilanjutkan sampai di Maros. Di maros kami singgah untuk melaksanakan shalat magrib secara berjamaah di masjid al-markaz Maros. Kemudian perjalanan di lanjutkan sampai tiba saatnya kita makan malam drumah makan segeri tepat pukul 22.00 wita gambar ini diambil ketika kami di rumah makan segeri. Setelah makan perjalanan kami lanjutkan ke objek yang direncanakan. Di perjalanan mata kami di manjakan dengan acara pesta pernikahan yang diiringi dengan electon “ pentas music”
Akhirnya tepat di pukul 00.00 wita kami sampai di tempat tujuan. Kami di sambut dengan angin dan dingin yang menusuk sampai ketulang-tulang saya berrrr (* dingin) sekali. Setelah itu kami pun mulai beranjak menuju lembah untuk mendirikan kemah (* tempat untuk berteduh) 


Setelah mendirikan tendah kami pun beranjak dari peraduan kami dan bersiap berlayar menuju dunia mimpi yang indah (* tidur). Saat tertidur kami pun di sambut dengan hujan yang cukup lembat yang membuat tubuh ini semakin dingin dan tak bisa digerakkan. Tapi inilah nikmatnya hidup, susah senang kita jalani bersama
Subuh hari kami terbangun untuk melaksanakan shalat shubu secara berjamaah. Setelah itu bersiap-siap untuk membuat sarapan pagi.
Aneh bin ajaib pada saat proses masak memasak saya merasa otimis karena untuk menyalakan api dari kayu yang basah itu susah. Meskipun susah kami tetap berusaha untuk menyalakan api tersebut. Dan akhirnya dengan semangat yang pantang menyerah kami pun bisa menyalakan api tersebut
Hari sabtu pukul 09:00 wita kami bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan untuk menaklukkan  “ BULU DUA” disinilah iman dan ketahuidan kami di coba. Mulai dari jalan kaki 3 KM menelusuri jalan, memasuki hutan dan setiap pos kami di haruskan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan mengenai masalah ketauhidan. Yang saya ingat waktu itu kami di beri prtanyaan mengenai doa memasuki sebuah desa itu diberi di pos I. Setelah kami menjawab semua pertanyaan itu kami pun melanjutkan ke pos ke II. Perjalanan begitu rumit buat kami karena menanjaki gunung dengan kemiringan 50 0

inilah yang membuat kami sedikit tergopoh-gopoh untuk menelusuri gunung ini yah allah tolonglah hambamu ini saya tidak kuat lagi kataku dalam hati kecilku.  Namun dengan semangat dan kerja keras tim kami pun masih bergulat dengan rasa haus, capek, lelah, sembari meneriakkan allahu akbar. Di pos II kami pun diharuskan menjawab semua pertanyaan yang dberikan. Akan tetapi sebelum itu kami harus memberikan password (kata kunci) kepada pemberi pertanyaan. Paswordnya yaitu TAHUID. Pada kesempatan ini kami satu persatu di tunjuk untuk menjawab masalah yang berkaitan denga tahuid dintaranya yaitu
-         Tahuid ulluhiya (tahuid yang mengesakan allah)
-         Tahuid rububiyah (tahuid yang meyakini bahwa allah adalah pencipta alam semesta beserta isinya)
-         Tahuid asma wa syifa (tahuid yang meyakini bahwa allah mempunyai nama-nama yang perlu di ketahui)
Pukul 12.00 wita kami pun masih bergelut dengan menanjaki gunung ini yang rasanya tubuh ini tidak sanggup lagi untuk mendaki. Akan tetapi dengan dorongan semangat teman-teman saya pun semakin semangat dan meneriakkan ALLAHU AKBAR.  Kira-kira pukul 12:30 wita kami pun baru sampai di puncak bulu dua. Subhanallah allahu akbar betapa besar keagungan mu ya allah (ucapku dengan mulut yang tak bertulang ini). Di gunung inilah saya baru tersadar bahwa ternyata manusia tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan gunung ini. Sebehanaallah maha suci allah yang telah menciptakan gunung ini yang menjadi pasak sehingga manusia tidak terlampar ke luar orbit saat bumi berputar. inilah gambar saat kami berada di puncak gunung “ BULU DUA”

ini adalah saya ketika berada di puncak bulu dua beserta kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan ketika berada di puncak


" ini adalah ketika saya bersama ikhwa yang lainnya sedang berfoto di base camp tempat kami mendirikan tenda "




gambar ini diambil ketika kami berada di puncak bulu dua terlihat ikhwa sedang mendengarkan materi dari ikhwa MAHAD ' ALY. disinilah kami diberi renungan mengenai betapa besar nikmat allah dan betapa besar keagungan allah

ini adalah murrabbi saya (* baca: Guru) yang selalu memberikan tambahan ilmu setiap hari jum'at di mesjid kampus FIP UNM. nama beliau adalah Ust. Syamsuar Hamka beliau adalah mahasisiwa UNM jurusan Fisika




Sampai di sini dulu yah ceritaku hari ini jangan lupa baca season kedunya yah yang mana akan saya ceritakan mengenai susahnya turun gunung di bandingkan dengan memanjatnya.
Salam
Adimuliadi

Senin, 04 Juni 2012

BIARKAN MASA DEPAN ANDA DATANG DENGAN SENDIRINYA


masa depan adalah sesuatu yang misteri buat kita semua dan masa depan anda menentukan usaha anda dari sekarang. kesemuanya itu telah di jelaskan dalam surah an-nahl di bawah ini
( Telah pasti datangnya ketetapan Alloh, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan ( datang ) nya ) QS. An Nahl : 1
Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi ! Apakah anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah buahan sebelum masak ? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum terwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana bencana yang bakal ada didalamnya ? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan ?
Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.
Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. pasalnya hal itu termasuk thuulul amal ( angan angan yang terlalu jauh ). Secara nalar, tindakan itu pun tidak masuk akal, karena sama halnya dengan berusaha perang melawan bayang bayang. Namun ironis, kebanyakan manusia di dunia ini justru banyak termakan oleh ramalan ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan krisis ekonomi yang kabarnya akan menimpa mereka. Padahal , semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di " sekolah sekolah syetan ".
( setan menjanjikan ( menakut nakuti ) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan ( kikir ), sedang Alloh menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia ) QS. Al Baqarah : 268
Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita dakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di ' genggaman yang lain ' tentu tidak akan menggadaikan untuk sesuatu yang tidak ada. Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak terwujud.
Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini anda sudah sangat sibuk.
Jika anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan angan yang berlebihan.
wallahu'alam

Senin, 28 Mei 2012

Hukum Berpikir Positif


berfikir positif ternyata punya hukum tersendiri loh bukan hanya matemtika, kimia dan fisika yang punya dan ternyata dalam berfikir positif ternyata punya huku terseniri hukum ini dinamakan Hukum Pygmalion dalam sebuah kisah bahwa ada seseoran yang bernama  Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus.Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan
disenangi teman dan tetangganya. Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia
memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.  Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak
sebecek ini." Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-
kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu."
· Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan
uang untuk urusan lain yang lebih perlu".

* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak
mengumpat. Ia malah merasa iba, "Kasihan,anak-anak itu kurang
mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari
segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir
buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal
baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu
yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika
sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung
itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan
Pygmalion berkata, "Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung,
bukan isterimu."

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul.
Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.
Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai
sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada
Pygmalion,yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah,
Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah
wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola
berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu
keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi
positif.

Misalnya,
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun
akan menjadi ramah terhadap kita.

* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas,
akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.

* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali
kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion.

Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy
atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.

Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak
mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.

* Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak
jujur,akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.

* Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal
suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang
baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar
dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak
akan berprasangka buruk tentang orang lain.

Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain.
Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan
untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi
hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita
berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang
mencoba membujuk,"
atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari
pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah
curiga. Kita menjadi tidak bahagia.
Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah
itu dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun
ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita."

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.

* Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak
kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai
kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata
yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa
curiga dan dendam.Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup
kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik.
Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain.
Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.

Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi
hangat.
Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan
menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah.
Seperti Pygmalion, begitulah.

MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with
positive people only............how nice!!!!

Selasa, 22 Mei 2012

Apa Yang Menghalangimu Untuk Belum Berhijab Wahai Saudariku

Hijab adalah pakaian wanita muslim yang menutup bagian kepala sampai dengan kaki (termasuk didalamnya jilbab/tudung dan pakaian yang longgar tidak memperlihatkan lekuk tubuh). Bagi orang awam, masalah hijab mungkin dianggap masalah sederhana. Padahal sesungguhnya, ia adalah masalah besar. Karena ia adalah perintah Allah SWT yang tentu didalamnya mengandung hikmah yang banyak dan sangat besar. Ketika Allah SWT memerintahkan kita suatu perintah, Dia Maha Mengetahui bahwa perintah itu adalah untuk kebaikan kita dan salah satu sebab tercapainya kebahagiaan, kemuliaan dan keagungan wanita.
Seperti firman Allah SWT: “Hai Nabi, katakan kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin untuk mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.(QS. Al Ahzab:59)
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda: “Akan ada di akhir umatku kaum lelaki yang menunggang pelana seperti layaknya kaum lelaki, mereka turun di depan pintu masjid, wanita-wanita mereka berpakaian (tetapi) telanjang, diatas kepala mereka (terdapat suatu) seperti punuk onta yg lemah gemulai. Laknatlah mereka! Sesunggunya mereka adalah wanita -wanita terlaknat.”(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad(2/33))
Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga pernah bersabda: Dua kelompok termasuk penghuni Neraka, Aku (sendiri) belum pernah melihat mereka, yaitu seperti orang yg membawa cemeti seperti ekor sapi, dengannya mereka mencambuki manusia dan para wanita yg berpakaian (tetapi ) telanjang, bergoyang berlenggak lenggok, kepala mereka (ada suatu) seperti punuk unta yg bergoyang goyang. Mereka tentu tidak akan masuk Surga, bahkan tidak mendapat baunya. Dan sesungguhnya bau Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.”(HR. Muslim, hadits no. 2128).
Dimasa kini banyak alasan atau sebab yang sering dijadikan alasan mengapa para wanita enggan untuk berhijab, diantaranya:
1. Belum mantap
Bila ukhti/saudari berdalih dengan syubhat ini hendaknya bisa membedakan antara dua hal. Yakni antara perintah Tuhan dengan perintah manusia. Selagi masih dalam perintah manusia, maka seseorang tidak bisa dipaksa untuk menerimanya. Tapi bila peritah itu dari Allah SWT tidak ada alasan bagi manusia untuk mengatakan saya belum mantap, karena bisa menyeret manusia pada bahaya besar yaitu keluar dari agama Allah SWT sebab dengan begitu ia tidak percaya dan meragukan kebenaran perintah tersebut.
Allah SWT berfirman Allah: “Dan tidak patut bagi lelaki mukmin dan wanita mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah SWT dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)
2. Iman itu letaknya di hati bukan dalam penampilan luar
Para ukhti/saudari yang belum berhijab berusaha menafsirkan hadist, tetapi tidak sesuai dengan yang dimaksudkan, seperti sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasalam: “Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat pada bentuk-bentuk (lahiriah) dan harta kekayaanmu tapi Dia melihat pada hati dan amalmu sekalian.”(HR. Muslim, Hadist no. 2564 dari Abu Hurairah).
Tampaknya mereka menggugurkan makna sebenarnya yang dibelokkan pada kebathilan. Memang benar Iman itu letaknya dihati tapi Iman itu tidak sempurna bila dalam hati saja. Iman dalam hati semata tidak cukup menyelamatkan diri dari Neraka dan mendapat Surga. Karena definisi Iman Menurut jumhur ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah: “keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan, dan pelaksanaan dengan anggota badan”. Dan juga tercantum dalam Al-Quran setiap kali disebut kata Iman, selalu disertai dengan amal, seperti: “Orang yg beriman dan beramal shalih….”. Karena amal selalu beriringan dengan iman, keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan.
3. Allah belum memberiku hidayah
Ukhti/saudari yang seperti ini terperosok dalam kekeliruan yang nyata. Karena bila orang yang menginginkan hidayah, serta menghendaki agar orang lain mendo’akan dirinya agar mendapatkannya, ia harus berusaha keras dengan sebab-sebab yang bisa mengantarkannya sehingga mendapatkan hidayah tersebut. Seperti firman Allah SWT: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’d: 11).
Karena itu wahai uhkti/saudari, berusahalah mendapatkan sebab-sebab hidayah, niscaya Anda mendapatkan hidayah tersebut dengan izin Allah SWT. Diatara usaha itu adalah berdo’a agar mendapat hidayah, memilih kawan yang shalihah, selalu membaca, mempelajari dan merenungkan Kitab Allah, mengikuti majelis dzikir dan ceramah agama dan lainnya.
4.Takut tidak laku nikah
Syubhat ini dibisikkan oleh setan dalam jiwa karena perasaan bahwa para pemuda tidak akan mau memutuskan untuk menikah kecuali jika dia telah melihat badan, rambut, kulit, kecantikan dan perhiasan sang gadis. Meskipun kecantikan merupakan salah satu sebab paling pokok dalam pernikahan, tetapi ia bukan satu-satunya sebab dinikahinya wanita. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Wanita itu dinikahi karena empat hal; yaitu karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya. Dapatkanlah wanita yg berpegang teguh dengan agama,(jika tidak) niscaya kedua tanganmu berlumur debu”. (HR. Al Bukhari, kitaabun nikah,9/115).
5. Ia masih belum Dewasa
Sesungguhnya para wali, baik ayah atau ibu yang mencegah anak puterinya berhijab, dengan dalih karena masih belum dewasa, mereka mempunyai tanggung jawab yang besar dihadapan Allah SWT pada hari Kiamat. Karena menurut syariat ketika seorang gadis mendapatkan Haidh, seketika itu pula ia wajib untuk berhijab.
6. Orang tuaku dan suamiku melarang berhijab
Dasar permasalahan ini adalah bahwa ketaatan kepada Allah SWT harus didahulukan daripada ketaÂ’atan kepada mahluk siapa pun dia. Seperti dalam hadits shahih disebutkan:
“sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebaikan.”(HR. Al Bukhari dan Muslim). Dan sabda Rasul dalam hadist lainnya: “Dan tidak boleh ta’at kepada mahluk dengan mendurhakai (bermaksiat) kepada Al-Khaliq.” (HR. Imam Ahmad, hadits ini shahih).
Maka dari itu wahai ukhti yang belum berhijab, semoga tulisan ini menjadi pembuka hati yang terkunci, menggetarkan perasaan yg tertidur, sehingga bisa mengembalikan segenap akhwat yang belum mentaati perintah berhijab, kepada fitrah yang telah diperintahkan Allah SWT. (Dikutip dari buku terjemahan yg berjudul asli Ila Ukhti Ghairil Muhajjabah Mal Maani’u Minal Hijab? oleh Syaikh Abdul Hamid Al Bilaly). Wallahu AÂâ™lam