Belajar adalah sebuah
proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut
ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku
seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman,
ketrampilan, daya pikir, dan kemampuan-kemampuan yang lain.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi belajar menurut beberapa ahli"
a. MenurutNasutionBelajar adalah menambah dan mengumpulkan
sejumlah pengetahuan
b. Menurut Ernest h. Hilgard
Belajar adalah dapat melakukan sesuatu yang dilakukan sebelum ia belajar atau
bila kelakuannya berubah sehingga lain caranya menghadapi sesuatu situasi daripada
sebelum itu
c. Menurut NotoatmodjoBelajar adalah usaha untuk menguasai
segala sesuatu yang berguna untuk hidup
d. Menurut Ahmadi A.Belajar adalah proses perubahan dalam diri manusia
e. Menurut Oemar H.Belajar adalah bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri
seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara berperilaku yang baru berkat pengalaman
dan latihan
f. menurut CronbachBelajar sebaik-baiknya adalah dengan
mengalami dan dalam mengalami itumenggunakan
panca indranya
g.
Menurut WinkelBelajar
adalah suatu aktivitas mental / psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif
dengan lingkungan, yang menghasilakn perubahan - perubahan dalam pengetahuan,
pemahaman, ketrampilan, dan sikap-sikap
h.
menurut Noehi NasutionBelajar adalah
suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku
sebagai hasil terbentuknya respon utama, dengan syarat bahwa perubahan atau
munculnya perilaku baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau adanya
perubahan sementara karena suatu hal
h. menurut SnelbeckerBelajar adalah harus mencakup tingkah
laku dari tingkat yang paling sederhana sampai yang kompleks dimana proses
perubahan tersebut harus bisa dikontrol sendiri atau dikontrol oleh
faktor-faktor eksternal i.Menurut WhiteringtonBelajar adalah suatu proses perubahan
dalam kepribadian sebagaimana dimanifestasikan dalam perubahan penguasaan
pola-pola respontingkah laku yang baru nyata dalam perubahan ketrampilan,
kebiasaan, kesanggupan, dan sikap
j.Menurut Gagne dalam bukunya The
Conditions of Learning 1977, belajar merupakan sejenis perubahan yang
diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaaannya berbeda dari
sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan
yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau
latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau
perilaku yang bersifat naluriah.
k. Menurut Moh. Surya (1981:32), definisi belajar adalah suatu proses usaha yang
dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru
keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Kesimpulan
yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa pada prinsipnya, belajar
adalah perubahan dari diri seseorang.http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-ahli/#ixzz1njLtA2f4
l. Menurut Jihad dan Haris (2008:1) belajar
adalah kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam
penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan, hal ini berarti keberhasilan
pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar
siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya. Soemanto (1998:104) mengemukakan
definisi belajar menurut para ahli:
m. Menurut James O. Wittaker, belajar dapat
didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah
melalui latihan atau pengalaman. ”Learning may be defined as the process by
which behavior originates or is altered through training or experience.”http://www.bloggermajalengka.com/2011/09/pengertian-belajar-dan-pembelajaran.html
-Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar, Ahmad Yasser Mansyur,
hari ini berhasil mempertahankan tesis berjudul “Pengaruh gaya Kepemimpinan
Intrinsik ke atas Makna Hidup, Komitmen Organisasi dan Produktiviti Kerja:
Kajian dalam Kalangan Organisasi Perniagaan, Awam dan Sosial di Indonesia” pada
Departemen Psikologi Fakulti Sain Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan
Malaysia (UKM) di Bangi, Kuala Lumpur. Dengan keberhasilan ini, beliau berhak
memperoleh gelar doktor falsafah (Ph.D) dalam bidang psikologi. Dia dibimbing
oleh Prof. Dr. Fatimah Omar dan Prof. Dr. Iran Herman.
Dalam penelitiannya, suami dari Mardiyah Radhi Al Hafid ini, menemukan bahwa
interaksi yang mampu meningkatkan produktivitas kerja dalam organisasi yaitu
interaksi di antara status pernikahan dengan jenis organisasi dan interaksi
status pernikahan dengan tingkat pendidikan. Kenaikan produktivitas kerja itu
pada pekerja yang menikah dan berada dalam organisasi sosial, serta pekerja
bujang dan berpendidikan Diploma.
Penelitiannya juga menghasilkan temuan baru tentang adanya pengaruh tiga gaya
kepemimpinan bersifat intrinsik (gaya kepemimpinan spiritual, gaya kepemimpinan
tranformasional dan gaya kepemimpinan prophetik) terhadap makna hidup, komitmen
organisasi dan produktivitas kerja dalam organisasi bisnis, publik dan sosial.
Temuan lainnya adalah memperkuat karakteristik jenis organisasi sosial, bahwa
dalam organisasi sosial memiliki komitmen intrinsik yang tinggi dibandingkan
dengan jenis organisasi bisnis dan publik.
Saat ini, Ahmad Yasser Mansyur tercatat sebagai dosen UNM pertama yang paling
muda yang cepat menyelesaikan studinya di luar negeri dalam usia 35 tahun. Dia
juga tercatat sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tello Baru Kota Makassar.
Sejak tahun 1989 telah merantau ke Yogyakarta menyelesaikan SMP dan SMA di
Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Sarjana diperoleh di sarjana IAIN Sunan
Kalijaga dalam bidang konseling Islam (2000) dan Universitas Ahmad Dahlan
Yogyakarta (2001) dalam bidang psikologi, serta menyelesaian magister psikologi
Universitas Gajah Mada tahun 2004.(*/tribun-timur.com)
TRIBUN-TIMUR.COM
- Memanfaatkan barang bekas tak melulu diterapkan pada hunian semata. Di
ruangan kantor yang terkesan formal pun barang bekas dapat tampil menarik
sekaligus multifungsi.
Kantor PT Ki
Kunci Komunikasi atau akrab dikenal Kicom di bilangan Kemang Raya, Jakarta
Selatan, ini misalnya. Di ruangan seluas 82 meter persegi ini, Kicom
membutuhkan beberapa ruang untuk kerja karyawan dan ruang rapat atau pertemuan
sehingga mencoba menerapkan barang bekas dalam desain barunya.
Rubi Roesli, arsitek yang menangani desain gedung
kantor ini, menyekat bangunan menjadi beberapa bagian ruang. Ruangan yang
menarik perhatian salah satunya adalah ruang pertemuan di tengah-tengah kantor.
Rubi membuatnya menjadi ruang berbentuk kotak dibatasi sekat yang sekaligus
berfungsi sebagai peredam suara
Kalau
diamati dengan seksama, pada salah satu dindingnya dibuat sebagai peredam suara
tersusun dari wadah-wadah telur. Wadah ini dibeli dari para penjual telur, yang
kemudian disusun berbentuk kotak memenuhi dinding.
Namun,
peredam suara dari wadah telur ini sengaja dibuat tidak memenuhi seluruh
ruangan pertemuan. Pada dinding sekat lainnya, karena ruangan berfungsi sebagai
ruang rapat, dibutuhkan media untuk memenuhi fungsi tersebut. Maka, pada
dinding lainnya, dipilihlah kaca.
Namun, meski
bukan barang bekas, kaca ini tetap memiliki peran ganda. Kantor berkonsep paperless
ini menggunakan kaca sebagai media penyampaian tulisan.
Ruang
tersebut, seperti terlihat pada gambar, memang lebih privasi, yang biasanya
digunakan beraktivitas 4-5 orang. Selain meja kursi, diletakkan pula beberapa bean
bag di dalamnya demi memberi kesan santai.(*/tribun-timur.com)
Kecanduan
internet mempunyai gejala serupa dengan kecanduan obat-obatan. Hal itu secara
khusus telah diteliti di negara-negara di Asia seperti China dan Korea Selatan.
Seperti diwartakan laman Medindia, Internet tak diragukan lagi menjadi sebuah
bagian penting dari hidup kita. Dengan informasi yang tersedia langsung,
internet membantu kita bisa tetap mengimbangi dunia yang bergerak cepat
ini.
Situs jejaring sosial telah menambahkan dimensi kepada hidup dan orang
tiba-tiba mudah menemukan banyak teman.
Dengan internet sebagai teman terdekat setiap saat, hal itu kecanduan internet
adalah hal yang bukan mustahil.
Beberapa ahli kejiwaan menyebut keadaan itu sebagai Internet Addiction
Disorder or Problematic Internet Use (Gangguan kecanduan internet atau
penggunaan internet yang problematik).
Para ahli membandingkan kecanduan internet dengan substansi lain seperti
tembakau,alkohol dan obat-obatan.
Mereka juga menyarankan bahwa hal itu harus disertakan dalam Diagnostic and
Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition, (DSM-V) sebagai gangguan
kejiwaan.
Apa itu gangguan kecanduan internet? Kondisi itu pertama kali ditemukan oleh
seorang ahli jiwa bernama Ivan Goldberg. Seseorang yang menderita kondisi ini
akan menunjukkan gejala ini :
Sering lupa waktu atau
mengabaikan hal-hal yang mendasar saat mengakses internet terlalu lama.
Gejala menarik diri seperti
merasa marah, tegang, atau depresi ketika internet tidak bisa diakses.
Munculnya sebuah kebutuhan
konstan untuk meningkatkan waktu yang dihabiskan.
Kebutuhan akan peralatan
komputer yang lebih baik dan aplikasi yang lebih banyak untuk dimiliki
memiliki derajat kepuasan yang sama.
Sering berkomentar, berbohong,
rendahnya prestasi, menutup diri secara sosial, dan kelelahan. Ini
merupakan dampak negatif dari penggunaan Internet yang berkepanjangan.
Gejala ini
sama seperti gejala yang ada pada kecanduan obat.
Kecanduan internet ada tiga jenis :
Bermain game yang berlebihan
Kegemaran seksual
Email/ pesan teks
Kecanduan
internet secara khusus dianggap sebagai masalah di negara -negara Asia seperti
Korea Selatan dan China.
Di Korea Selatan sudah ada 10 peristiwa kematian di internet kafe terkait sakit
jantung dan masalah lainnya, begitu juga dengan pembunuhan terkait game.
Sebuah laporan dari China mengungkap bahwa setidaknya satu dari enam orang
pengguna internet di China kecanduan terhadap internet sampai batas tertentu.
Kecanduan internet dapat secara khusus menjadi masalah bagi kaum remaja dan
anak muda, yang kurang memiliki peraturan iri dan lebih rentan pengaruh media.
Kecanduan internet masih jadi perdebatan untuk masuk dalam gangguan kejiawaan
atau tidak. Para pasien yang mengalami kecanduan internet juga sering mengalami
kondisi kejiwaan lain seperti kurang perhatian gangguan hiperaktif, depresi,
kecemasan, rendah kepercayaan diri, impulsif, tak tahu malu, dan cenderung mau
bunuh diri.
Selain itu, kecanduan terhadap internet bisa merupakan menjadi bagian dari
kondisi-kondisi tersebut dan bukanlah entitas yang terpisahkan.
Para ahli kejiwaan harus waspada selama menangani pasien muda dengan kondisi,
seperti depresi dan harus memahami mengenai kecanduan internet.
Data yang dikumpulkan oleh penelitian lain menunjukkan variasi yang besar dalam
konteks dari tipe orang pada risiko mengalami kecanduan internet.
Sebagai
contoh, kebanyakan penelitian menemukan kecanduan internet lebih umum terjadi
pada laki-laki, tetapi beberapa menemukan jumlah perempuan lebih besar atau tak
ada perbedaan gender. Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk hal ini.
(*/tribun-timur.com)
Characterology (dari "karakter" dan Yunani-λογία,-logia) adalah
metode membaca karakter yang berusaha untuk menggabungkan fisiognomi direvisi,
phrenology direkonstruksi dan pathognomy diperkuat, dengan etnologi, sosiologi
dan antropologi. Dikembangkan oleh L. Hamilton McCormick pada tahun 1920,
characterology adalah sebuah upaya untuk menghasilkan sistem, ilmiah objektif
untuk menilai karakter seseorang.
Characterology berusaha untuk mengatasi kekurangan dalam sistem
phrenological Dr Francis Joseph Gall dan Johann Spurzheim. McCormick mencoba
untuk menjauhkan diri dari sistem-sistem sebelumnya, dan menulis secara luas
tentang bagaimana ide-ide membaik atas mereka.
McCormick menyarankan kemungkinan
aplikasi untuk characterology, misalnya, saran untuk orang tua dan pendidik,
bimbingan dalam promosi perwira militer, mengevaluasi pola berpikir (yaitu,
alasan berorientasi atau memori-oriented), menilai rekan bisnis dan pesaing,
konseling karir, dan memilih mitra perkawinan. Dan dapat disimpulkan bahwa
characterology adalah studi tentang
karakter termasuk pengembangan dan perbedaan dalam individu-individu yang
berbeda.
B.Science Of Character
Menurut bahasa, karakter adalah
tabiat atau kebiasaan. Sedangkan menurut ahli psikologi, karakter adalah sebuah
sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu.
Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui,
maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk
kondisi-kondisi tertentu.Dilihat dari
sudut pengertian, ternyata karakter dan akhlak tidak memiliki perbedaan yang
signifikan. Keduanya didefinisikan sebagai suatu tindakan yang terjadi tanpa
ada lagi pemikiran lagi karena sudah tertanam dalam pikiran, dan dengan kata
lain, keduanya dapat disebut dengan kebiasaan.
C.Tipologi
Tipologi adalah kajian tentang tipe
atau jenis. Secara lebih spesifik, kata ini dapat merujuk pada:
D.The Psychology of Personality (Psikologi Kepribadian) Kepribadian menurut Psikologi Untuk menjelaskan kepribadian menurut psikologi saya
akan menggunakan teori dari George Kelly yang memandang bahwa kepribadian
sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman
hidupnya. Sementara Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai “sesuatu”
yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada
seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan. Lebih detail tentang definisi
kepribadian menurut Allport yaitu kepribadian adalah suatu organisasi yang
dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan
pikiran individu secara khas.
Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan
maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu
dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta diantara keduanya selalu terjadi
interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah khas dalam batasan
kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki
kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena
itu tidak ada dua orang yang berperilaku sama.
Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu
struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Dan tingkah
laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi
ketiga sistem kerpibadian tersebut.
Dari sebagian besar teori kepribadian diatas, dapat kita ambil
kesamaan sbb(E. Koswara):
1. sebagian besar batasan melukiskan kerpibadian sebagai suatu
struktur atau organisasi hipotesis, dan tingkah laku dilihat sebagai sesuatu
yang diorganisasi dan diintegrasikan oleh kepribadian. Atau dengan kata lain
kepribadian dipandang sebagai “organisasi” yang menjadi penentu atau pengarah
tingkah laku kita.
2. sebagian besar batasan menekankan perlunya memahami arti
perbedaan-perbedaan individual. Dengan istilah “kepribadian”, keunikan dari
setiap individu ternyatakan. Dan melalui study tentang kepribadian, sifat-sifat
atau kumpulan sifat individu yang membedakannya dengan individu lain diharapkan
dapat menjadi jelas atau dapat dipahami. Para teoris kepribadian memandang
kepribadian sebagai sesuatu yang unik dan atau khas pada diri setiap orang.
3. sebagian besar batasan menekankan pentingnya melihat kepribadian
dari sudut “sejarah hidup”, perkembangan, dan perspektif. Kepribadian, menurut
teoris kepribadian, merepresentasikan proses keterlibatan subyek atau individu
atas pengaruh-pengaruh internal dan eksternal yang mencakup factor-faktor
genetic atau biologis, pengalaman-pengalaman social, dan perubahan lingkungan.
Atau dengan kata lain, corak dan keunikan kepribadian individu itu dipengaruhi
oleh factor-faktor bawaan dan lingkungan.
E.The Psychology
of character (Psikologi Karakter)
1. Unsur dalam Pembentukan Karakter
Unsur
terpenting dalam pembentukan karakter adalah pikiran karena pikiran, yang di dalamnya
terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidupnya, merupakan
pelopor segalanya. Program ini kemudian membentuk sistem
kepercayaan yang akhirnya dapat membentuk pola berpikirnya yang bisa
mempengaruhi perilakunya.
Jika program
yang tertanam tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran universal, maka
perilakunya berjalan selaras dengan hukum alam. Hasilnya, perilaku tersebut
membawa ketenangan dan kebahagiaan. Sebaliknya, jika program tersebut tidak
sesuai dengan prinsip-prinsip hukum universal, maka perilakunya membawa
kerusakan dan menghasilkan penderitaan. Oleh karena itu, pikiran harus
mendapatkan perhatian serius.
Proses Pembentukan Karakter
Sebelum penulis
melanjutkan pembahasan, mari kita kaji ilustrasi berikut ini.. Di dalam sebuah
ruangan, terdapat seorang bayi, dan dua orang dewasa. Mereka duduk dalam posisi
melingkar. Kemudian masuk satu orang lain yang membawa kotak besar berwarna putih
ke arah mereka. Setelah meletakkan kotak tersebut di tengah-tengah mereka,
orang tersebut langsung membuka tutupnya agar keluar isinya. Apa yang
terjadi...? ternyata setelah dibuka, terlihat ada tiga ular kobra berwarna
hitam dan besar yang keluar dari kotak tersebut. Langsung saja, salah seorang
dari mereka lari ketakutan, sedangkan yang lainnya justru berani mendekat untuk
memegang ular agar tidak membahayakan, dan, tentu saja, si bayi yang ada di
dekatnya tetap tidak memperlihatkan respon apa-apa terhadap ular.
F.Theory Of
Personality
KEPRIBADIAN menurut Allport adalah:
…sebuah organisasi dinamis di dalam
sistem psikis dan fisik individu yang menentukan karakteristik perilaku dan
pikirannya.
Sedangkan menurut Pervin dan John:
kepribadian mewakili karakteristik
individu yang terdiri dari pola-pola pikiran, perasaan dan perilaku yang
konsisten.
Dalam teori-teori kepribadian,
kepribadian terdiri dari antara lain trait dan tipe (type). Trait
sendiri dijelaskan sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan unit/dimensi
dasar dari kepribadian. Trait menggambarkan konsistensi respon individu dalam
situasi yang berbeda-beda. Sedangkan tipe adalah pengelompokan bermacam-macam
trait. Dibandingkan dengan konsep trait, tipe memiliki tingkat regularity dan
generality yang lebih besar daripada trait.
Trait merupakan disposisi untuk
berperilaku dalam cara tertentu, seperti yang tercermin dalam perilaku
seseorang pada berbagai situasi. Teori trait merupakan teori kepribadian yang
didasari oleh beberapa asumsi, yaitu:
Trait
merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang
membedakan seseorang dari yang lain, sehingga:
Trait relatif stabil dari waktu ke waktu
Trait konsisten dari situasi ke situasi
Trait
merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun
karakteristik tingkah laku dapat berubah karena:
ada proses adaptif
adanya perbedaan kekuatan, dan
kombinasi dari trait yang ada
Tingkat trait kepribadian dasar
berubah dari masa remaja akhir hingga masa dewasa. McCrae dan Costa yakin bahwa
selama periode dari usia 18 sampai 30 tahun, orang sedang berada dalam proses
mengadopsi konfigurasi trait yang stabil, konfigurasi yang tetap stabil setelah
usia 30 tahun (Feist, 2006).
Teori trait dimunculkan pertama
kalinya oleh Gordon W. Allport. Selain Allport, terdapat dua orang ahli lain
yang mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J.
Eysenck.
Allport mengenalkan istilah central
trait, yaitu kumpulan kata-kata yang biasanya digunakan oleh orang untuk
mendeskripsikan individu. Central trait dipercaya sebagai jendela menuju
kepribadian seseorang. Menurut Allport, unit dasar dari kepribadian adalah
trait yang keberadaannya bersumber pada sistem saraf. Allport percaya bahwa
trait menyatukan dan mengintegrasikan perilaku seseorang dengan mengakibatkan
seseorang melakukan pendekatan yang serupa (baik tujuan ataupun rencananya)
terhadap situasi-situasi yang berbeda. Walaupun demikian, dua orang yang
memiliki trait yang sama tidak selalu menampilkan tindakan yang sama. Mereka
dapat mengekspresikan trait mereka dengan cara yang berbeda. Perbedaan inilah
yang membuat masing-masing individu menjadi pribadi yang unik. Oleh sebab itu
Allport percaya bahwa individu hanya dapat dipahami secara parsial jika
menggunakan tes-tes yang menggunakan norma kelompok.
Sama seperti Allport, Cattell juga
percaya bahwa kata-kata yang digunakan seseorang untuk menggambarkan dirinya
dan orang lain adalah petunjuk penting kepada struktur kepribadian. Perbedaan
mendasar antara Allport dan Cattell adalah bahwa Cattell percaya kepribadian
dapat digeneralisir. Yang harus dilakukan adalah dengan mencari trait dasar
atau utama dari ribuan trait yang ada.Menurut Allport, faktor genetik dan
lingkungan sama-sama berpengaruh dalam menentukan perilaku manusia. Bukan hanya
faktor keturunan sendiri atau faktor lingkungan sendiri yang menentukan
bagaimana kepribadian terbentuk, melainkan melalui pengaruh resiprokal faktor
keturunan dan lingkungan yang memunculkan karakteristik kepribadian.
Sehubungan dengan adanya peran genetik
dalam pembentukan kepribadian, terdapat 4 pemahaman penting yang perlu
diperhatikan:
1. Meskipun faktor genetik mempunyai
peran penting terhadap perkembangan kepribadian, faktor non-genetik tetap
mempunyai peranan bagi variasikepribadian
2. Meskipun faktor genetik merupakan
hal yang penting dalam mempengaruhi lingkungan, faktor non-genetik adalah
faktor yang paling bertanggungjawab
akan perbedaan lingkungan pada orang-orang
3. Pengalaman-pengalaman dalam
keluarga adalah hal yang penting meskipun lingkungan keluarga berbeda bagi
setiap anak sehubungan dengan jenis
kelamin anak, urutan kelahiran, atau kejadian unik dalam kehidupan keluarga
pada tiap anak
4. Meski terdapat kontribusi genetik
yang kuat terhadap trait kepribadian, tidak berarti bahwa trait itu tetap atau
tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan.