Rabu, 07 November 2012

tahapan pembentukan konseling kelompok


Tugas individu
MK            : BK Kelompok
Nama         : Adimuliadi
NIM          :104 404 067
Jurusan      :psikologi pendidikan dan bimbingan \
Kelas         : B

TAHAP-TAHAP KEGIATAN KONSELING KELOMPOK
Bimbingan kelompok di sekolah merupakan kegiatan pemberian informasi kepada sekelompok siswa yang bertujuan untuk membantu mereka dalam menyusun sebuah rencana dan keputusan yang tepat terhadap sebuah masalah yang dihadapi.
Menurut Marjohan dkk (Prayitno 1995: 40) bahwa tahap-tahap perkembangan kegiatan kelompok dalam layanan bimbingan kelompok terdiri dari :
a.       Tahap I  pembentukan
b.      Tahap II Peralihan
c.       Tahap III Kegiatan
d.      Tahap IV Pengakhiran
Sedangkan menurut Hartinah Sitti (2009: 131-154) bahwa tahap-tahap kegiatan kelompok  terdiri dari beberapa tahap diantaranya adalah sebagai berikut :
A.    Tahap I : tahap pembentukan
Kegiatan awal dari sebuah kelompok dapat dimulai dengan pengumpulan calon anggota kelompok dalam rangkah kegiatan kelompok yang akan dilaksanakan.
Adapun beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan diantaranya adalah sebagai berikut :
a.       Pengenalan dan pengungkapan tujuan
Tahap pengenalan dan pengungkapan tujuan merupakan tahap pengenalan dan pelibatan diri atau tahap memasukkan diri ke dalam kehidupan dalam sebuah kelompok. Pada tahap ini umumnya anggota saling memperkenalkan diri dan mengungkapkan tujuan ataupun harapan yang ingin dicapai baik oleh masing-masing, sebagian, maupun seluruh anggota kelompok.  Adapun peran dari pemimpin kelompok dalam taha ini adalah
v  Menjelaskan tujuan umum yang ingin dicapai melalui kegiatan kelompok tersebut dan menjelaskannya melalui berbagai cara yang akan dilalui dalam mencapai tujuan tersebut
v  Mengemukakan tentang diri sendiri yang kemunkinan perlu untuk terselenggaranya kegiatan kelompok secara baik
v  Menampilkan tingkah laku dan komunikasi yang mengandung unsure-unsur penghormatan kepada orang lain. Misalnya ketulusan hati, kehangatan dan empati
b.      Terbangunnya kebersamaan
Hasil tahap awal suatu kelompok adalah adanya suatu keadaan dimana para angota kelompok belum meraskan adanya keterikatan diantara anggota kelompok. Oleh karena itu pemimpin kelompok harus merangsang dan memantapkan keterlibatan orang-orang baru dalam suasana kelompok yang diingingkan. Dengan demikian lambat laun para  kelompok akan mampu ikut serta secara bertanggung jawab dalam kegitan kelompok
c.       Keaktifan pemimpin kelompok
Peranan pemimpin kelompok dalam pelaksanaan bimbingan kelompok sangat urgen karena dialah yang mengatur dan menjelaskan semua kegiatan yang akan dilakukan misalnya :
v  Menjelaskan tentang tujuan yang akan dicapai kedepannya
v  Menumbuhkan rasa saling mengenal diantara para anggota kelompok
v  Menumbukan sikap saling mempercayi dan menerima
v  Pembahasan tentang tingkah laku dan suasana perasaan dalam kelompok
d.      Beberapa teknik pada tahap awal
Terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan oleh pemimpin kelompok dalam tahap  awal. Adapun teknik-teknik tersebut yang bias digunakan dalam kegiatan ini diantaranya
v  Teknik pertanyaan dan jawaban
Para anggota menulis jwaban atas suatu pertanyaan pada selembar kertas yang disediakan oleh pemimpin kelompok.
v  Teknik perasaan dan tanggapan
Teknik perasaan dan tanggapan dilakukan dengan mempersilahkan atau meminta masing-masing anggota kelompok mengemukakan perasaan dan tanggapannya atas suatu masalah atau suasana yang mereka rasakan pada saat pertemuan itu berlangsung.
v  Teknik permainan kelompok
Ada berbagai bentuk permainan kelompok yang bias digunakan misalnya “ rangkaian nama”, “ kebun binatang” yang bias digunakan. Tujuannya adalah untuk membangun suasana yang hangat dalam hubungan antar-anggota kelompok dan sekaligus suasana kebersamaan.
BENTUK SKENARIO TAHAP PEMBENTUKAN :
Tema    :  
-           Pengenalan
-          Pelibatan diri
-          Pemasukan diri
Tujuan
Kegiatan
1.      Semua anggota memahami pengertian dan kegiatan kelompok dalam bentuk pendidikan apresiasi seni (PAS) dalam bentuk bimbingan dan konseling kelompok
2.      Menumbuhkan suasana kelompok
3.      Menumbuhkan minat anggota kelompok dalam mengikuti kegiatan kelompok dalam bentuk PAS.
4.      Menumbuhkan sikap saling mengenal, percaya, menerima, dan membantu di antara para anggota kelompok.
5.      Menumbuhkan suasana bebas dan terbuka
6.       Memulai pembahasan tentang tingkah laku dan perasaan dalam kelompok itu sendiri
1.      Memberikan penjelasan mengenai pendidikan apresiasi seni serta tujuan dari apresiasi seni itu sendiri dalam lingkup bimbingan dan konseling
2.      Menjelaskan bentuk-bentuk PAS dalam bimbingan dan konseling kelompok
3.      Saling memperkenalkan diri
4.      Pemberian teknik khusus
Misalnya menggunakan teknik jendela jouhri “ jouhari windows” yang mana semua anggota kelompok menuliskan semua sifat-sifat yang ada pada dirinya kemudian teman yang lain menuslikan sifat apa yang ada pada dirinya






B.     Tahap II  : tahap peralihan
Setelah suasana kelompok terbentuk dan dinamis kelompok  sudah tumbuh dalam kegiatan kelompok hendaknya dibawah lebih jauh oleh pemimpin kelompok menuju kepada kegiatan kelompok yang sebenarnya. Oleh karena itu tahap peralihan perlu dilaksanakan. Adapun bentuk-bentuk kegiatan yang ada dalam tahap peralihan diantaranya :
a.       Suasana kegiatan
Sebelum melangkah lebih lanjut ke tahap kegiatan kelompok yang sebenarnya, pemimpin kelompok menjelaskan apa yang akan dilakukan oleh anggota kelompok. Pada tahap ini pemimpin kelompok menjelaskan peranan anggota kelompok dalam kelomok bebas (jika kelompok tersebut memang kelompok bebas), atau kelompok tugas (jika kelompok tersebut memang kelompok tugas). Kemudian pemimpin kelompok menawarkan apakah para anggota siap memulai kegiatan tersebut
b.      Suasana ketidakseimbangan
Suasana ketidakseimbangan memang tidak bias lepas dari sebuah kelompok dan inilah yang mewarnai tahap peralihan. Hal ini bias muncul karena adanya konflik atau bahkan konfrontasi antara anggota kelompok dan pemimpin ketidaksesuaian yang banyak terjadi dalam keadaan banyak anggota yang merasa tertekan ataupun menyebabkan tingkh laku mereka menjadi tidak seperti biasanya. Keenggangan atau bahkan penolakan muncul atau muncul lagi dalam suasana seperti  itu. Oleh karena itu untuk keluar dari suasana tersebut maka pemimpin kelompok harus bijaksana dan cepat dalam bertindak baik waktu maupun tepat isi perlu diterapkan, pemimpin kelompok perlu mendorong semua anggota yang secara sukarela dan bersedia mengutarakan “membuka” diri mereka berkenaan dengan suasana yang mencekam.
c.       Jembatan antara tahap I dan tahap II
Tahap ini merupakan  jembatan antara tahap I dan Tahap II. Ada kalanya jembatan ditempuh dengan amat mudah dan lancar, artinya para anggota kelompok segera memasuki kegiatan tahap ketiga dengan penuh kemauan dan sukarela. Ada kalanya pula jembatan tersebut ditempuh dengan payah dalam artian para anggota kelompok enggan memasuki tahap kegiatn kelompok.
 


BENTUK SKENARIO TAHAP PERALIHAN
Membangun jembatan antara tahap I dan tahap II
Tujuan
kegiatan
1.      Membuka perasaan/sikap anggota kelompok dari sikap keraguan, sikap enggan dan membangun sikap saling percaya diri diantara mereka
2.      Meningkatkan minat untuk ikut dalam kegiatan kelompok
1.      Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan kedepannya
2.      Mengamati secara keseluruhan anggota kelompok apakah benar-benar siap untuk menjalani kegiatan selanjutnya.




C.    Tahap III kegiatan
Tahap ketiga merupakan inti kegiatan kelompok maka aspek-aspek yang perlu dijadikan pengiring yang masing-masing mempunyai aspek tersendiri yang membutuhkan perhatian yang sangat saksama dari pemimpin kelompok itu sendiri.
Pada tahap ketiga hubungan antar anggota kelompok tumbuh dengan baik. Selain itu pada tahap ini kegiatan kelompok akan ditampilkan secara nyata. Pemimpin kelompok akan mengambil alih dan menjelaskan pada awal dan kedua tentang jenis dan kegiatan kelompok apa yang akan dijalani kelompok pada tahap ini.
Adapun kegiatan yang akan di jalankan dalam kegiatan ini terdiri dari beberapa hal diantaranya adalah sebagai berikut :

Membangun kegiatan dalam kelompok
Tujuan
Kegiatan
1.      Mengungkapkan secara bebas masalah yang dapat dirasakan, dipikirkan, dan dialami oleh anggota kelompok
2.      Membahas masalah dan topic berkenaan dengan tema kita yaitu bentuk kegiatan kelompok dalam bentuk PAS
3.      Ikut sertanya semua kelompok dalam kegiatan ini.
1.      Semua kelompok yang terbentuk diberi kesempatan dalam mengemukakan ide, kreasi dan pandangan mereka dalam kegiatan ini
2.      Menentukan sebuah pokok permasalahan yang akan dibahas
3.      Membuat kegiatan selingan              “ games”
4.      Mengemukakan permasalahan

a.       Mengemukakan masalah
Pada tahap ini semua kelompok diajak untuk mengemukakan permasalahan apa yang dirasa cukup baik dijadikan sebagai topic. Misalnya kurangnya kemampuan peserta didik untuk menjalankan tugasnya sebuah kegiatan seni.
b.      Pemilihan topic
Setelah dilakukan kegiatan dalam hal pengungkapan masalah oleh masing-masing kelompok bias dilanjutkan dengan pemilihan topo permasalahan yang akan dijadikan sebuah topic dalam kegiatan kelompok ini. Pemilihan topic ini akan diputuskan oleh pemimpin kelompok setelah mendengar semua pengungkapan masalah dari masing-masing kelompok itu sendiri. Misalnya dari masalah yang berkaitan dengan kurangnya kemampuan peserta didik dalam menjalankan tugasnya dalam sebuah kegiatan seni
c.       Pembahasan topic
Setelah menentukan topic yang akan dibahas maka kegiatan yang akan dilakukan selanjutnya adalah membahas topic tersebut yaitu yang berkaitan dengan kurangnya kemampuan peserta didik dalam menjalankan tugasnya dalam sebuah kegiatan seni. Prawitasari E johana : (2011: 39). Bahwa materi yang bias digunakan dalam pagelaran seni bertujuan untuk menggerakkan serta mengapresiasi berbagai karaakter manusia yang baik dan yang tidak baik, belajar mengenal keterampilan hidup dan nilai-nilai dalam kehidupan melalui pengenalan seni dan belajar mengapresiasikan pikiran dan perasaan melalui kreativtas dalam olah praktik bermain peran tentang cerita yang dikembangkan sendiri oleh peserta didik
d.      Games
Setelah membahas topic tentunya peserta didik akan merasa sedikit bosan dengan pembahasan materi yang telah dipaparkan pada sesi sebelumnya. Oleh karena itu, untuk memecah kebosanan mereka perlu diadakan games melalui sosiodrama yang berkaitan dengan pokok pembahasan tadi misalnya salah satu kelompok di tunjuk untuk melakonkan sebuah drama yang mana salah satu diantara anggota kelompok tidak bias melakukan tugasnya sesuai dengan apa yang ada dalam naskah drama tersebut. Akan tetapi di akhirnya semua teman-temannya memberikan jalan keluar yaitu mencoba melakonkan peran lain dan akhirnya bias melakonkan peran tersebut dengan sangat baik
e.       Mengemukakan permasalahan
Setelah melakukan kegiatan diatas maka akan dikemukakan tentang masalah apa yang timbul ketika salah seorang dari anggota kelompok tidak bias melakonkan apa yang diberikan.disinilah semua akan di bahas mengenai apa yang menyebabkan sehingga salah satu dari anggota kelompok tidak bias menjalankan apa yang diperintahkan.


D.    Tahap IV : pengakhiran
Tahap ini biasa disebut juga dengan tahap tendensi /ending dimana pada tahap ini semua kegiatan akan diakhiri namun tidak dalam artian kegiatan akan berakhir begitu saja. Namun masih ada kegiatan selanjutnya yang bias dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut :
a.       Frekuensi pertemuan
Berkenaan dengan kegiatan ini hal yang Paling urgen dilihat adalah berkaitan dengan frekuensi pertemuan yang akan dilakukan selanjutnya. Karena  untuk mendapatkan hasil yang memuaskan tentunya tidaklah bias dilakukan dengan hanya sekali pertemuan akan tetapi hasil yang sempurna akan dicapai jika itu dilakukan jika pertemuan itu dilakukan lebih dari 1 kali.
b.      Pembahasan keberhasilan kelompok
Pada kegiatan ini semua kegiatan kelompok harus dipusatkan pada pembahasan dan penerapan hal-hal yang telah mereka dapatkan dan pelajari mulai dari awal kegiatan sampai dengan akhir kegiatan agar mereka dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari


SUMBER RUJUKAN
Hartinah, sitti. 2009. Konsep Dasar Bimbingan Kelompok. Bandung: PT. Reflika    Aditama
Prawitasari J. E . 2012. Psikologi Terapan. Jakarta: Erlangga 
Marjohan dkk. 1991. Bimbingan dan konseling . Jakarta : Departemen Pendidikan   dan Kebudayaan 

Senin, 29 Oktober 2012

Belajar Mencintai Seseorang Yg Tdk Sempurna Dgn Cara Yg Sempurna



 Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adaah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, Adasuatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak... Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna




Sabtu, 15 September 2012

say no to tobacco !!!!!!!!!!!!!!!!

Katakan tidak pada rokok! Ini adalah seruan bersama dari Koalisi Profesi Kesehatan Anti Rokok yang mendeklarasikan gerakan anti rokok dalam acara "Gerakan Indonesia Cinta Sehat" di lapangan parkir silang Monas, Jakarta, Sabtu (15/9).
Gerakan yang didukung anak-anak sekolah ini juga menolak rencana Indonesia menjadi tuan rumah forum "World Tobacco Asia." Mereka menganggap itu sebagai pelecehan karena di tanah air sudah sejak lama berhembus isu pengendalian tembakau dan rokok.
Hadir dalam acara tersebut ratusan pelajar yang ikut membubuhkan tanda tangan dan pesan di atas spanduk "Tolak World Tobacco Asia". Mereka mengingatkan bahaya besar rokok tidak hanya bagi perokok tapi orang-orang di sekitarnya yang jadi perokok pasif.
Koalisi Anti Rokok mengingatkan, pendapatan negara dari pendapatan cukai rokok terbukti nilainya jauh lebih rendah dibanding kerugian ekonomi akibat pengobatan rakyat yang menderita berbagai penyakit akibat konsumsi rokok.
suamber : http://www.tribunnews.com/2012/09/15/katakan-tidak-pada-rokok-tolak-world-tobacco-asia

Selasa, 19 Juni 2012

DI SAAT KU MENINGGALKAN DUNIA INI


Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan...
 
Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apatah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat,
rekan bisnis, atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini,
menunggu perhitungan ...

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma'af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri...

Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang,
setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja...

Aku harus berkeliling, memohon ma'af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.



Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering kuumbar  dulu

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta ,
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka ,
maafkan aku ayah dan ibu ,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,
bersama mereka ...

begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia sia an
kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya
sama sekali mengapa ku sia sia saja ,
waktu hidup yg hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu ...

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma'afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan ...

Minggu, 17 Juni 2012

PERJUANGAN YANG MELELAHKAN AKHIRNYA PUPUS DI ATAS GUNUNG (PART 1)



Hari ini adalah hari jum’at tepatnya tanggal 7 juni 2012 saya dan rombongan “ISLAMIC CAMP” bersiap-siap menuju daerah soppeng-barru untuk mendaki gunung yang penduduk di sana menyebutnya “BULU DUA” tapi sebelum itu kami bersama-sama peserta Islamic camp lainnya berkumpul di gunung sari center kampus UNM (Universitas Negeri Makassar) di sana kami dikumpulkan bersama dengan ikhwa-ikhwa (* baca = laki-laki) lainnya. Di sana ternyata saya merasa tersanjung karena ternyata bukan hanya ikhwa dari seluruh LDF UNM yang hadir ternyata ada juga ikhwa dari LDF UNISMUH (LPKSM), UNHAS (MPM) dan STIBA (MAHAD’ ALY) dan yang paling membuat saya terkejut ternyata ada juga LDF dari pare-pare dan palu pun tak mau ketinggalan dong dari kegiatan Islamic camp ini.
Pukul 17.30 wita kami berangkat dengan menggunakan bis menuju daerah yang telah ditetapkan untuk melaksanakan Islamic camp ini yaitu di perbatasan barru-soppeng yaitu di “bulu dua” perjalanan ke sana membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan. Di perjalanan kami mobil kena macet mulai dari A.P Pettarani sampai Perintis kemerdekaan. Inilah wajah Makassar saat sore macet, macet, dan macet terus. Perjalanan tetap dilanjutkan sampai di Maros. Di maros kami singgah untuk melaksanakan shalat magrib secara berjamaah di masjid al-markaz Maros. Kemudian perjalanan di lanjutkan sampai tiba saatnya kita makan malam drumah makan segeri tepat pukul 22.00 wita gambar ini diambil ketika kami di rumah makan segeri. Setelah makan perjalanan kami lanjutkan ke objek yang direncanakan. Di perjalanan mata kami di manjakan dengan acara pesta pernikahan yang diiringi dengan electon “ pentas music”
Akhirnya tepat di pukul 00.00 wita kami sampai di tempat tujuan. Kami di sambut dengan angin dan dingin yang menusuk sampai ketulang-tulang saya berrrr (* dingin) sekali. Setelah itu kami pun mulai beranjak menuju lembah untuk mendirikan kemah (* tempat untuk berteduh) 


Setelah mendirikan tendah kami pun beranjak dari peraduan kami dan bersiap berlayar menuju dunia mimpi yang indah (* tidur). Saat tertidur kami pun di sambut dengan hujan yang cukup lembat yang membuat tubuh ini semakin dingin dan tak bisa digerakkan. Tapi inilah nikmatnya hidup, susah senang kita jalani bersama
Subuh hari kami terbangun untuk melaksanakan shalat shubu secara berjamaah. Setelah itu bersiap-siap untuk membuat sarapan pagi.
Aneh bin ajaib pada saat proses masak memasak saya merasa otimis karena untuk menyalakan api dari kayu yang basah itu susah. Meskipun susah kami tetap berusaha untuk menyalakan api tersebut. Dan akhirnya dengan semangat yang pantang menyerah kami pun bisa menyalakan api tersebut
Hari sabtu pukul 09:00 wita kami bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan untuk menaklukkan  “ BULU DUA” disinilah iman dan ketahuidan kami di coba. Mulai dari jalan kaki 3 KM menelusuri jalan, memasuki hutan dan setiap pos kami di haruskan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan mengenai masalah ketauhidan. Yang saya ingat waktu itu kami di beri prtanyaan mengenai doa memasuki sebuah desa itu diberi di pos I. Setelah kami menjawab semua pertanyaan itu kami pun melanjutkan ke pos ke II. Perjalanan begitu rumit buat kami karena menanjaki gunung dengan kemiringan 50 0

inilah yang membuat kami sedikit tergopoh-gopoh untuk menelusuri gunung ini yah allah tolonglah hambamu ini saya tidak kuat lagi kataku dalam hati kecilku.  Namun dengan semangat dan kerja keras tim kami pun masih bergulat dengan rasa haus, capek, lelah, sembari meneriakkan allahu akbar. Di pos II kami pun diharuskan menjawab semua pertanyaan yang dberikan. Akan tetapi sebelum itu kami harus memberikan password (kata kunci) kepada pemberi pertanyaan. Paswordnya yaitu TAHUID. Pada kesempatan ini kami satu persatu di tunjuk untuk menjawab masalah yang berkaitan denga tahuid dintaranya yaitu
-         Tahuid ulluhiya (tahuid yang mengesakan allah)
-         Tahuid rububiyah (tahuid yang meyakini bahwa allah adalah pencipta alam semesta beserta isinya)
-         Tahuid asma wa syifa (tahuid yang meyakini bahwa allah mempunyai nama-nama yang perlu di ketahui)
Pukul 12.00 wita kami pun masih bergelut dengan menanjaki gunung ini yang rasanya tubuh ini tidak sanggup lagi untuk mendaki. Akan tetapi dengan dorongan semangat teman-teman saya pun semakin semangat dan meneriakkan ALLAHU AKBAR.  Kira-kira pukul 12:30 wita kami pun baru sampai di puncak bulu dua. Subhanallah allahu akbar betapa besar keagungan mu ya allah (ucapku dengan mulut yang tak bertulang ini). Di gunung inilah saya baru tersadar bahwa ternyata manusia tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan gunung ini. Sebehanaallah maha suci allah yang telah menciptakan gunung ini yang menjadi pasak sehingga manusia tidak terlampar ke luar orbit saat bumi berputar. inilah gambar saat kami berada di puncak gunung “ BULU DUA”

ini adalah saya ketika berada di puncak bulu dua beserta kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan ketika berada di puncak


" ini adalah ketika saya bersama ikhwa yang lainnya sedang berfoto di base camp tempat kami mendirikan tenda "




gambar ini diambil ketika kami berada di puncak bulu dua terlihat ikhwa sedang mendengarkan materi dari ikhwa MAHAD ' ALY. disinilah kami diberi renungan mengenai betapa besar nikmat allah dan betapa besar keagungan allah

ini adalah murrabbi saya (* baca: Guru) yang selalu memberikan tambahan ilmu setiap hari jum'at di mesjid kampus FIP UNM. nama beliau adalah Ust. Syamsuar Hamka beliau adalah mahasisiwa UNM jurusan Fisika




Sampai di sini dulu yah ceritaku hari ini jangan lupa baca season kedunya yah yang mana akan saya ceritakan mengenai susahnya turun gunung di bandingkan dengan memanjatnya.
Salam
Adimuliadi

Senin, 04 Juni 2012

BIARKAN MASA DEPAN ANDA DATANG DENGAN SENDIRINYA


masa depan adalah sesuatu yang misteri buat kita semua dan masa depan anda menentukan usaha anda dari sekarang. kesemuanya itu telah di jelaskan dalam surah an-nahl di bawah ini
( Telah pasti datangnya ketetapan Alloh, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan ( datang ) nya ) QS. An Nahl : 1
Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi ! Apakah anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah buahan sebelum masak ? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum terwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana bencana yang bakal ada didalamnya ? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan ?
Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.
Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. pasalnya hal itu termasuk thuulul amal ( angan angan yang terlalu jauh ). Secara nalar, tindakan itu pun tidak masuk akal, karena sama halnya dengan berusaha perang melawan bayang bayang. Namun ironis, kebanyakan manusia di dunia ini justru banyak termakan oleh ramalan ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan krisis ekonomi yang kabarnya akan menimpa mereka. Padahal , semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di " sekolah sekolah syetan ".
( setan menjanjikan ( menakut nakuti ) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan ( kikir ), sedang Alloh menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia ) QS. Al Baqarah : 268
Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita dakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di ' genggaman yang lain ' tentu tidak akan menggadaikan untuk sesuatu yang tidak ada. Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak terwujud.
Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini anda sudah sangat sibuk.
Jika anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan angan yang berlebihan.
wallahu'alam